Franchise

SEKILAS  MENGENAI KONTRAK  FRANCHISE

Pengertian : 

Istilah franchise  sudah sering kita dengar. Sebagian besar dari kita, terutama yang  tinggal di daerah perkotaan – bahkan sekarang di daerah-daerah juga sudah banyak bermunculan –  sudah pernah atau  bahkan sering menikmati  produk-produk yang berasal dari kontrak franchise.  Dari beberapa literature, penulis mencoba untuk berbagi dengan pembaca sedikit informasi mengenai Kontrak Franchise. 

Di Indonesia,  sistem bisnis dengan franchise mulai berkembang sejak tahun  1980  an. Pada saat ini sudah banyak franchise asing yang masuk ke Indonesia, baik dalam perdagangan barang maupun  dan jasa. Selain itu,  pengusaha Indonesia  juga telah  mulai mengembangkan  domestik franchise, seperti Es Teler 77, Salon Rudy Hadisuwarno dan lain-lain. 

Pengertian franchise,  dapat dilihat dari 2 (dua) aspek, yaitu aspek hukum dan aspek bisnis. 

Berdasarkan pengertian mengenai “Waralaba”  atau “Franchise” sebagaimana tercantum dalam PP No. 16 Tahun 1997 tentang  Waralaba,  Salim H.S, SH, MS, dalam bukunya,  merumuskan definisi  franchise, sebagai berikut: Franchise adalah suatu kontrak  yang dibuat antara franchisor  dan franchisee, dengan ketentuan  pihak franchisor  memberikan lisensi kepada franchisee  untuk menggunakan merek barang atau jasa dalam jangka waktu tertentu  dengan pembayaran sejumlah royalty tertentu kepada    franchisor .  Dari aspek bisnis,  sebagaimana diungkapkan oleh  Bryce Webster, franchise adalah  salah satu metode  produksi dan distribusi barang dan jasa kepada konsumen  dengan suatu standar dan system eksploitasi  tertentu,  yang meliputi kesamaan  dan penggunaan nama perusahaan, merek , system produksi, tata cara pengemasan, penyajian da pengedarannya (dalam Buku Salim H.S, SH,MS).  

Kontrak Franchise 

Pihak atau subyek  yang terlibat dalam kontrak/perjanjian  franchise adalah franchisor dan franchisee. Franchisor adalah  perusahaan yang memberikan  lisensi, baik berupa paten, merek perdagangan, merek jasa maupun lainnya kepada  franchisee. Sedangkan  franchisee adalah  perusahaan yang menerima lisensi dari franchisor.  

Kontrak franchise  memiliki masa berlaku tertentu – biasanya 5 (lima) tahun – dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan  pijhak-pihak dengan pembayaran fee kembali. Dalam kontrak franchise, terdapat dua substansi, yaitu kontrak lisensi dan kontrak distribusi. Adanya pemberian ijin  penggunaan Hak Kekayaan Intelektual  atau know-how lainnya kepada pihak lainnya untuk menggunakan merek atau prosedur tertentu merupakan unsur perjanjian lisensi. Sedangkan dengan adanya quality control  dari franchisor  terhadap produk-produk  pemegang lisensi yang harus sama dengan produk-produk lisensor, merupakan bentuk distributor franchisor.   

Dalam kontrak franchise,  kewajiban dari franchisor adalah  menyerahkan lisensi kepada  pihak franchisee.

Pada umumnya dalam kontrak franchise diatur kewajiban-kewajiban pemegang franchise, sebagai berikut :

 §                   Wajib membayar sejumlah royalty untuk penggunaan merek dagang dan proses pembuatan  produk yang besarnya ditetapkan berdasarkan perjanjian. Royalty dapat ditentukan berdasarkan prosentasi  keuntungan juga berdasarkan unit jumlah usahanya. 

§                   Pemegang franchise/franchisee harus mendesain sedemikian rupa  sehingga mirip dengan desain produk franchisor. Demikian juga dengan menajemennya. Dalam hal ini, sering franchisor memberikan asistensi dalam manajemen, yang tentunya akan dikenakan fee ssistensi tersendiri.   

§                   Dalam pembuatan produknya,  sering terjadi diwajibkan kepada pemegang  franchise  untuk membeli  bahan-bahan dari pemasok yang ditunjuk franchisor. 

§                   Mengijinkan pihak franchisor untuk melakukan audit terhadap keuangan  pemegang franchise/franchisee. Semua hal tersebut di atas,  wajib dilakukan dengan alasan quality control.  Namun dilain pihak,  dalam kontrak franchise ini  diharapkan terjadi alih teknologi antara licensor/franchisor kepada lisensce/franchisee. 

Secara umum yang menjadi hak franchisee adalah, sebagai berikut: 

§                   Logo merek dagang (trade mark), nama dagang (trade name) dan nama baik (good will) yang terkait dengan mereka atau  nama tersebut.

§                   Format atau pola usaha, yaitu suatu sistem usaha yang terekam dalam bentuk buku pegangan manual, yang sebagian isinya termasuk rahasia usaha.

§                   Pada kasus tertentu,   terdapat juga rumus, resep, desain dan program khusus.

§                   Hak Cipta atas sebagian dari hal di atas.   

Menurut Brice Webster – sebagaimana penulis ambil dari buku karangan   Salim H.S, SH, MS,   franchise dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu : 

1.      Product Franchise. Disini  penerima franchise hanya  bertindak sebagai distributor dari produk franchisor, seringkali diberi hak ekslusif untuk  memasarkan produk tersebut disatu wilayah tertentu. 

 2..      Manufacturing  Franchise. Franchisor memberikan know – how dari suatu proses produksi. Franchise  memasarkan barang-barang   itu dengan standard produksi dan merek yang sama dengan dimiliki franchisor. Contoh franchise model ini adalah  produk minuman soft drink sperti  Coca Cola, Fanta,  Pepsi dan lain-lain. 

3.      Bussines format franchising. Franchisee mengoperasikan  bisnisnya dengan memakai nama franchisor. Franchisee diakui  sebagai anggota kelompok bisnis ini dan sebagai imbalan atas pemakaian nama tersebut, maka  franchisee harus  mengikuti metode-metode  standar pengoperasian  dan berada di bawah pengawasan  franchisor, dalam hal bahan-bahan yang digunakan, pilihan tempat usaha, desain tempat usaha, jam penjualan, persyaratan karyawan dan lain-lain. Contoh: Mc. Donald, Dunkin Donat, Pizza Hut dan lain-lain. 

Selain ketiga bentuk di atas, sudah berkembang juga di Indonesia  group trading franchise, yang menunjuk pada  pemberian hak toko grosir maupun pengecer.  Seperti Indomart, Cerefour dan lain-lain.                                                                            

                                                                       —000—    

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s